Terapi Permainan untuk Tunagrahita (Mengembangkan Imajinasi Anak)

by on March 17, 2012

Tingkat imajinasi pada tiap anak pasti berbeda. Ada yang berada pada titik biasa hingga luar biasa. Tak ubahnya TG, pengembangan imajinasi mereka harus tetap terarah.

Mengembangkan imajinasi anak TG dapat dilakukan dengan jenis permainan seperti drama. Menggambar bebas pun dapat menjadi salah satu alternatif. Contoh lain adalah membentuk pasir dan tanah liat.

Intinya, permainan yang akan diterapkan harus diserahkan sepenuhnya pada si anak. Biarkan imajinasi si anak yang membawa permainan dari awal hingga akhir. Contoh yang paling mudah dilakukan sendiri adalah menggambar bebas. Setiap anak pasti memiliki deskripsi tertulis tentang apa yang menjadi pikiran dan perasaan mereka.

Alat yang digunakan dalam menggambar bebas tentu sangat sederhana dan mudah didapat. Cukup sediakan kertas polos kosong (buku gambar) dapat pula menggunakan kanvas. Sebagai pewarna, gunakan cat air, cat minyak, atau alat mewarna lainya. Tak perlu mahal, yang terpenting adalah proses awal dan akhir.

Pelaksanaannya mudah, langkah awal adalah memberikan pengertian kepada si anak apa yang akan dilakukan dengan alat menggambar tersebut. Menanyakan apa kegemaran atau apa yang telah dilakukan si anak pun dapat menjadi awal untuk si anak mendeskripsikan dalam bentuk gambar.

Biarkan si anak memenuhi media kosong tersebut. Tetap dampingi, jika memungkinkan temani si anak menggambar dengan media terpisah. Sembari menggambar, lakukan dialog. Misalnya kenapa buah jerukmu warnanya merah bukan kuning, atau lihat gambar ibu mirip sepatu ayah ya :)

Jangan berhenti begitu saja ketika gambar si anak sudah selesai dibuat. Lakukan refleksi. Kira-kira apa yang dimaksud oleh si anak melalui gambar tersebut. Dengan begitu kita akan tahu, isi pikiran dan perasaan si anak. Apakah imajinasi mereka sedang positif atau sebaliknya. Akan lebih asik, menggambar di luar rumah. Cari tempat yang teduh dan membuat si anak merasa nyaman dan aman untuk berlama-lama di tempat tersebut.

{ 2 comments… read them below or add one }

Agung Suharjo June 28, 2012 at 1:36 pm

Terimakasih banyak…dapat membantu saya dan akan kami kembangkan di sekolah inklusi…

Reply

esti budhayanti July 9, 2012 at 9:26 am

Assalamualaikum wrwb.
Mbak Asih, tadi pagi saya sempat berbincang sejenak dg tetangga, bu Yudi mengatakan bahwa Ilham sekarang sekolah di SLB C tunamendeteksi yangh grahita..katanya karena susah berkonsentrasi…dulu, ponakan saya juga ‘katanya’ susah konsentrasi, tuli, lalu dapat sebutan autis, dlm perkembangannya dikatakan givted. Bagaimana sih cara tersederhana untuk bisa mengatakan bahwa seseorang menderita tuna grahita. Mohon bantuan jawaban ya…Saya tergerak untuk membantu bu Yudi. Terima kasih. Wassalamualaikum wrwb.

Reply

Leave a Comment

Previous post:

Next post: