Terapi Permainan untuk Tunagrahita (Meningkatkan Perasaan Seni)

by on December 13, 2011

Upaya meningkatkan perasaan seni pada tunagrahita dapat dilakukan dalam beberapa permainan. Intinya adalah permainan yang berhubungan dengan ekspresi diri yang bebas. Contonya permainan warna, menggambar, seni peran, seni gerak, hingga permainan bentuk.

Terapi ini lebih mudah dilakukan, karena dasar dari seni adalah menyenangkan dan bebas. Saya ambil satu permainan seni peran. Seni peran dapat melibatkan si anak sebagai tokoh dalam cerita dan karakter tertentu. Pengemasan yang menarik namun tetap ringan akan membantu mengenal beberapa peran manusia. Berikan peran yang umum yakni antagonis, protagonist, dan tritagonis.

Seperti yang saya kemukakan tadi, permainan kali ini lebih mudah. Alat yang dibutuhkan jika si anak sebagai pengamat adalah:

  1. Boneka tangan/boneka jari sebagai tokoh cerita. Jika boneka tangan /boneka jari terlalu mahal, terapis bias menggunakan jari-jari tangan yang digambar menyerupai bentuk manusia atau hewan.
  2. Panggung mini. Panggung mini boleh dipakai jika terapis memiliki waktu luang untuk membuatnya. Jika tidak gunakan saja ruangan seadanya (tanpa panggung mini).
  3. Skenario atau cerita. Usahakan cerita yang akan dimainkan sesuia dengan jenjang (SDLB/SMPLB/SMALB) dan klasifikasi si anak (grahita ringan/sedang/berat). Cerita yang dibuat sendiri olah terapis akan lebih baik, jika kesulitan beli saja kumpulan cerita pendek atau dongeng di toko buku. Ingat harus sesuai ya J .
  4. Lembar kertas evaluasi yang isinya pertanyaan ringan seputar cerita dan tokoh yang telah dimainkan. Melalui lembar ini terapis dapat mengetahui apakah si anak sudah paham dengan karakter tokoh dan pesan yang disampaikan melalui cerita tersebut.

Aturan mainnya adalah :

  1. Siapkan boneka tangan/boneka jari sebagai tokoh yang berbeda.
  2. Mulailah bercerita setelah memberikan sinopsis ringan pada si anak.
  3. Berceritalah dengan sebaik-baiknya. Hayati setiap tokoh yang anda perankan. Jika ada tokoh sapi bersuaralah seperti sapi. Peran gadis kecil sesuaikan suaranya seperti gadis kecil, dan seterusnya.
  4. Jika certa selelsai dibacakan atau diperankan. Ajaklah si anak untuk merefleksi secara lisan. Tanyakan bagaimana certanya, siapa saja yang terlibat, apa saja yang di ceritakan,dll. Kemudian sodorkan lembar kerja evaluasi pada si anak. Jika si anak tidak tertarik pada kertas tersebut jangan dipaksa. Refleksi secara lisan tadi dapat memberikan jawaban.

Masih banyak ragam terapi permainan untuk meningkatkan perasaan seni bagi anak tunagrahita ini. Selain seni peran yang saya contohkan, Anda dapat mengajak si anak untuk bermain-main dengan cat warna, alat musik, gambar bongkar pasang,dll. Selamat mencoba :)

(gambar diambil dari http://jilbabanak-refanes.blogspot.com/2010/07/boneka-tangan-refanes.html).

Tentang Lara Asih Mulya
Lara Asih Mulya On facebookLara Asih Mulya,S.Pd. Adalah seorang pengajar Bahasa Indonesia. Selain menulis tentang Tunagrahita, beliau juga menulis artikel dengan topik pendidikan di blog pribadinya: LaraAsih.com. Anda bisa menghubungi beliau via Facebook, atau YM: la262_86.

toko online Anda butuh jualan online? Hanya butuh 5 menut untuk buka Toko Online di Troli.in.
Buat toko anda sekarang.

{ 7 comments… read them below or add one }

violet February 22, 2012 at 7:40 pm

mba Lala..
kbetulan saya skripsi tentang terapi bermain pada anak dengan retardasi mental. Klo gak slah terapi bermain pada anak retardasi mental ada 12..
bisa mba jelaskan..??
makasih sblmx mba…:)

Reply

irza March 11, 2012 at 4:37 am

wah q jga tentng terpi perminan.. bisa shering g mbak..? law bisa hubungi di email q irza_i@yahoo.co.id atau nma FB q irza toing. thanks…

Reply

lala March 2, 2012 at 1:36 pm

@Violet
dari buku rujukan yang saya punya, ndak sampai 12,…saya masih ada drafnya,..belum sempet nulis di blog semua,…Insyaallah segera,…

sebagian sudah saya tulis sampai terapi permainan untuk meningkatkan perasaan seni :)

Reply

irza March 11, 2012 at 4:38 am

tlng law bisa sher tentng terpi perminan mbak.. q lgi bngung cri referensi nya…

Reply

violet March 15, 2012 at 5:04 pm

owh gtu yaa mba…
bsa sher gak k email aq (chiaviolet@gmail.com)

Reply

lala March 17, 2012 at 7:28 am

@Violet,.

di blog ini sudah saya tulis semua,..monggo kalo mau copy,..yang penting cantumin sumber ya hehe

Reply

wahyudi November 11, 2012 at 2:25 am

ayu temen niku bugurune……………..

Reply

Leave a Comment

Previous post:

Next post: