Terapi Permainan untuk Kemampuan Akademik

by on September 17, 2011

Kemampuan akademik yang harus dicapai oleh anak Tunagrahita tidak berbeda dengan anak normal. Terdiri atas membaca, menulis, dan berhitung. Permainan huruf dan angka dapat membantu meningkatkan kemampuan akademik mereka.

Pada permainan huruf misalnya.Mengenal alfabet akan lebih mudah. Bisa di kemas dalam lagu, dipisah dengan warna, hingga membuat puzzel kata. Begitu pula dengan permainan angka, bisa dilakukan hal yang sama. Hanya mengubah huruf menjadi angka. contohnya mengurutkan angka, penjumlahan dengan gambar, menghitung jumlah benda yang ada di sekeliling, memanfaatkan uang mainan,dll.

Saya ambil satu contoh yakni mengurutkan angka. Alat yang dibutuhkan lebih sederhana dibandingkan permainan gerak fisik.

  1. Siapakan beberapa kartu angka (Pazzel angka). Kalau tidak mau repot, bisa beli di toko-toko buku.
  2. Kalau mau membuat sendiri, akan lebih hemat. Siapkan kardus atau karton bekas yang masih bersih.
  3. Spidol warna-warni. Untuk menulis angka.
  4. Gunting polos atau yang bergerigi untuk menggunting kardus atau karton. Gunting dalam bentuk persegi ukuran sedang.
  5. Buat urutan angka 1 sampai 10 (sesuai kebutuhan) pada kertas karton yang sudah dipotong. Gunakan spidol warna-warni untuk menulis angka yang berbeda. Misalnya, warna merah untuk angka 1, warna kuning untuk angka 2, dst.

Aturan mainnya mudah, acak angka dan bimbing si anak untuk mengurutkan angka 1 sampai 10 dengan benar. Lakukan berulang-ulang, sampai si anak bisa melakukannya sendiri. Jangan pernah lupakan hadiah atau pujian ketika si anak dapat menyelesaikan dengan baik dan benar. Jika urutan yang diberikan sudah dapat dikuasai dengan baik. Anda boleh menambahkan urutan angka yang lebih banyak. Untuk menghafal angka-angkanya, membutuhkan beberapa waktu (pada klasifikasi tertentu). Kuncinya telaten, dan rutin.

{ 1 comment… read it below or add one }

Iin Mujiati October 19, 2011 at 2:30 am

Anak tuna grahita memerlukan perhatian khusus, baik dari keluarga terdekatnya maupun bimbingan dari guru-gurunya. Dengan pendidikan yang diajarkan terutama di SLB-C, diharapkan seorang anak tunagrahita mampu belajar secara akademik maupun membina diri agar tidak tergantung dengan orang-orang disekitarnya.

Reply

Leave a Comment

{ 1 trackback }

Previous post:

Next post: