Tunagrahita itu Masih Luar Biasa

by on May 2, 2011

Ini pengalaman priadi saya dalam mengenal anak tunagrahita. Berawal dari penelitian untuk skripsi saya dua tahun lalu. Ketertarikan saya pad anak berkebutuhan khusus bersambung hingga sekarang. Saya sudah pernah menulis cerita ini di blog pribadi saya. Judulnya Tukang Parkir itu Si Tunagrahita.

Hari ini saya berjumpa lagi dengannya. Tetap pada profesinya, dengan senyum yang sama dan ingatan yang masih cukup bagus akan hubungan kami. Saya dan suami pun menyapa dia. Terakhir saya ketahui dia sudah menikah dan istrinya sedang hamil. Kali ini saya kembali menanyakan kabarnya dan sang istri. Ternyata belum melahirkan, usia kandungannya masih 9 bulan. “Sebentar lagi jadi ayah, aku (sembari meringis dan malu-malu)”. Jawabnya. “Sukses ya”. ucap saya.

Gilran saya dan suami masuk ATM, sembari bertransaksi saya minta izin berfoto dengannya untuk kenang-kenangan. Suami membolehkan. Namun sayang sekali. Kami tak bertemu lagi, entah kemana perginya. Hal baik yang dilakukan si luar biasa itu :

  • Tidak mengizinkan rekan kerjanya mengganggu saya dengan berkata, “jangan, ga noleh kamu, itu guru saya”.
  • Tidak pernah memberi karcis parkir di motor saya, sembari berkata, “gratis (meringis)”.
  • Dan selalu berkata “hati-hati” dengan rasa yang tulus ketika saya dan suami meninggalkan parkiran itu.

Begitu pekatnya kenangan yang terhubung dalam ikatan guru dan murid pada anak luar biasa itu. Masih mau menyapa, tersenyum, bahkan berpesan untuk hati-hati. Sanngat kontras dengan murid saya dari sekolah reguler (bukan SLB). Bertatap muka di kios jus buah. Dua gadis itu ketika bertemu saya berkata, “itu lak guru sman**”. “iya, sapaen”. Kata gadis pertama, “Males ah, ndak tau namae”. kontras bukan,… hanya karena tidak tahu nama saya mereka enggan menyapa saya. Kadang saya berpikir, Allah Maha Adil dalam setiap keterbatasan pasti ada keistimewaan.

{ 17 comments… read them below or add one }

ummu zainab July 11, 2011 at 11:20 am

Lam kenal bu guru. Saya ibu rumah tangga, saya jg baru membaca berita mengenai anak anggota DPR Ruhut sitompul yg bernama Christian. Anak ini tuna grahita yg berhasil meraih medali emas cabang olahraga renang pd olimpiade di athena,Yunani.
Saya awalnya tdk begitu paham apa arti tuna grahita,shg saya mencari artinya lewat google. Ketemu website ibu guru lara skalian.
Terima kasih bu untuk tulisannya,bagus-bagus sekali..saya sampai terharu membaca cerita ttg tukang parkir itu. Sekali lg terima kasih..:)

Reply

lala September 6, 2011 at 3:52 pm

@Ibu Ummu
Sama-sama Bu,…maaf baru bisa Reply :)

Reply

Tiwi September 8, 2011 at 1:12 am

Selamat pagi bu Lala,
Saya ortu dari Nara 2th 4 bl. Putri cantik saya ini ini tuna grahita, tuna rungu(100 db) dan motoriknya terlambat. Secara fisik tidak ada perbedaan dgn anak normal, kecuali mata kirinya strabismus. Saya bersyukur sudah ‘kesasar’ ke blog ibu. Terimakasih atas artikel2 ibu, sangat membesarkan hati saya.

Reply

lala September 8, 2011 at 9:53 am

@Bunda Tiwi
Salam buat Nara,…tetap semangat ya Bunda,…:)

Reply

kartono September 10, 2011 at 11:20 pm

Assalamu’alaikum wr wb,
Salam kenal bu guru, saya punya anak namanya Fathia. Sekarang usianya sudah 10 tahun. Tetapi disekolahnya banyak tertinggal baik cara membaca, memahami pelajaran bahkan matematikapun kurang sekali. Apakah anak saya itu termasuk / tergolong anak yang Tuna Grahita? saya minta pada mamanya untuk diperiksakan tetapi mamanya agak tersinggung masalah ini, apalagi kalau yang dikatakan TUNA. Terimakasih bu guru atas artikelnya, sebelumnya minta maaf saya nyasar ke email ibu

Reply

lala September 11, 2011 at 11:38 am

@Bapak Kartono
Waalaikumsalam,… Pak
Saran saya segera periksa tingkat intelejensi dan sikologi Fathia. Karena semakin cepat diketahui sebab ketertinggalan, semakin cepat juga penanganannya.

Namun, belum tentu yang dialami putri Bapak adalah ciri ketunagrahitaan. Bisa jadi sebab lain seperti gangguan belajar. Mengenai mamanya Fathia, saya rasa komunikasi yang lebih halus dan perlahan. Toh ini demi kebaikan Fathia juga Pak,…

SEMANGAT YA PAK ! :)

Reply

farid December 7, 2011 at 8:10 am

sungguh mulia njenengan bu…
Allah membalas rasa tulus dan iklas pada diri ibu guru lala.
saya rindu dengan sebutan “ibu guru”.

saya suka dengan tulisan ibu guru lala.

Reply

farid December 7, 2011 at 8:15 am

ini menjadi refrensi buat saya dalam perancangan rumah bagi tunagrahita….

Reply

lala December 12, 2011 at 12:03 pm

@Farid
Amin,…
Aduh jangan berlebihan dong jadi sungkan,…
Wah,…keren, kalau udah jadi boleh dong saya lihat :)

Reply

bunda mave December 26, 2011 at 5:36 am

bu lara, subhanallah..saya terharu baca tulisan2 njenengan. saya juga punya minat besar terhadap abk. pernah ngajar juga di sekolah inklusi tp cuma sebentar. menjadi cita2 saya punya sekolah inklusi yg bebas biaya. mengingat biaya yg saya tahu untuk ke sekolah demikian amat mahalnya.semoga segera terwujud amiiiin..

Reply

lala January 2, 2012 at 11:56 am

@Bunda Mave
Amin,…semangat bunda :)

Reply

zul February 25, 2012 at 1:22 am

ass,
slm knal bu guru, aq tringat ade sy yg tuna grahita, tp alhamdulillah uda dibimbing di skolah SLB, apa ada cra lain untk mmprcpt daya ingatx yh bu guru ?

Reply

March 2, 2012 at 1:42 pm

@Zul

waalaikumsalam,…coba menggunakan terapi permainan,…
bidang apa yang dirasa butuh diasah,..lakukan secara rutin,…yang penting tidak memaksa dan tergesa-gesa. :)

Reply

nova November 14, 2012 at 1:37 pm

mbak,punya buku tntng tuna grahita kan? soalnya saya lagi butuh buad bahan skripsi. klo ada hubungi saya ya mb, ni PIN aq 29399008

Reply

November 20, 2012 at 12:56 pm

@Nova
maaf baru bales,..lama ndak ngeblog,..waduh sekarang dah ga pake BB Non,..ada sih beberapa buku di rumah,..kalo mau ambil dari blog ini monggo,..tapi cantumin sumber ya hehe capek di plagiatin :)

Reply

nova November 14, 2012 at 1:41 pm

kalo ga cuma daftar pustaka’nya njenengan saja, ntr bahan skripsinya saya ambil dr blog mb lara, sebelumnya trimakasi mb, tlisan anda sangat membantu saya,,,

Reply

fitri June 24, 2014 at 12:04 am

Assalamu’alaikum…..
Bu, tulisan njenengan mengagumkan. dan saya juga merasakan hal yang sama, ketika saya masih proses penelitian di SLB Dharma Wanita Kediri. di sana saya menjumpai anak tunagrahita yang ternyata juga memiliki akhlak baik yang tidak kalah dengan anak-anak normal sebayanya.
Bu Lala, saat ini saya sedang membutuhkan sumber bacaan tentang penerapan metode modeling dalam membina kemandirian anak tunagrahita. apakah njenengan punya artikel tentang hal tersebut? saya harap Ibu Bisa membantu saya. terima kasih Bu….

Reply

Leave a Comment

Previous post:

Next post: